Kecil-Kecil Jadi Germo

Siswi SMP di Surabaya jadi mucikari dan jual 7 ABG


Ironis, siswi kelas 3 SMP Swasta di Surabaya, Jawa Timur menjadi mucikari. Selama enam bulan menjalani profesinya itu, NA (15), warga Surabaya itu sudah menjual tujuh anak baru gede (ABG) ke pria hidung belang.

Namun aksi bejat NA itu segera tercium. NA tidak bisa lagi meneruskan bisnis prostitusi itu karena tertangkap tangan saat menjual tiga ABG di Hotel Fortuna Jalan Darmokali Surabaya, pada Sabtu malam (8/6).

Siswi yang akan mengikuti ujian semester akhir ini, terpaksa harus digelandang ke Mapolrestabes Surabaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, bersama tiga ABG yang menjadi anak buahnya, yaitu DA, BL dan NR.

"Kami juga sempat menangkap pria yang menjadi pelanggannya. Namun, karena belum terbukti melakukan, kami hanya sebatas memintai kesaksiannya saja," kata penyidik di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (9/6).

Sementara itu, Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku cukup sederhana. NA menawarkan kepada lelaki hidung belang dan mengajak bertemu untuk memberikan harga sambil memberikan foto-foto calon korbannya.

"Setelah ada kesepakatan harga, baru pertemuan dilangsungkan di hotel yang disepakati," kata dia.

Suparti juga mengatakan, untuk sekali booking, tarif yang dibrandol untuk tiap ABG, rata-rata antara Rp 500 ribu hingga Rp 750 ribu. Bahkan ada juga yang seharga Rp 1 juta. "Dari harga itu, korban mendapatkan bagian Rp 500 ribu, sedang pelaku mendapat sisanya," tandas Suparti.
[hhw]

Reporter : Moch. Andriansyah
Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/siswi-smp-di-surabaya-jadi-mucikari-dan-jual-7-abg.html, akses tgl 09/06/2013.





NA, Mucikari Cilik Selektif dalam Menentukan Pelanggan


Jamban Panyileukan, Surabaya : Dalam menjalankan bisnisnya, NA (15) siswi salah satu SMP Swasta di Surabaya yang menjadi mucukari teman satu Sekolahnya dan beberapa siswi di Surabaya ini selektif dalam mencari mangsa pria hidung belang.

Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, agar pria yang bisa memboking teman-temannya tersebut dapat membawa keluar hingga cek in secara short time di hotel.

"Jika belum ketemuan dia (NA) enggan menanggapi, sebelum transasaksi NA minta ketemuan di mall, untuk melihat langsung pelangganya," kata Iptu Teguh Setiawan Minggu (9/6/2013).

Menurut Kasubnit Vice Control Jatanum Polrestabes Surabaya ini, Pelanggan yang hendak memesan, harus meng-add PIN Blackberry NA. Ini dikarenakan NA tidak mau melakukan komunikasi melalui telepon.

"Meski sudah Add, NA tidak langsung mengiyakan lelaki yang mengajak keluar, ada syarat lagi yang harus di lalui," tambahnya.

Pertemuanpun kata Iptu Teguh, NA juga tidak menjurus langsung ke bisnis esek-esek, hanya berbincang-bincang sambil makan atau nonton. Setelah itu, NA meminta ketemuan lagi untuk meminta ditemani berbelanja di mall.

Baru di pertemuan selanjutnya, jika di rasa cocok dan srek, NA baru memberikan tarif, sambil memperlihatkan foto teman-teman sebayanya untuk dibuatkan janjian disalah satu hotel.

"Kita terus masih mendalami kasus ini, karena selai mereka ber tiga yang sudah ditangkap, kita menduka ada pelajar lain yang terlibat," pungkasnya. (Benny/WDA)

Reporter: Benny Hermawan
Sumber : http://rri.co.id/index.php/berita/56134/NA-Mucikari-Cilik-Selektif-dalam-Menentukan-#8230-, akses tgl 09/06/2013.



Begini Cara Mucikari SMP Gaet Anak Buah



Jamban Panyileukan, Surabaya - Mucikari NA, siswi kelas IX sekolah menengah pertama, ternyata menggunakan sistem getok tular dalam menjalankan bisnis prostitusinya. Yang dimaksud getok tular, remaja 15 tahun ini mengiming-imingi teman sepermainannya dengan BlackBerry dan sejumlah uang. "NA memameri BlackBerry dan uang banyak kepada korban, asalkan mau menjadi anak buahnya," kata Kepala Sub-Unit Vice Control Kejahatan Umum Kepolisian Resor Kota Surabaya, Inspektur Satu Teguh Setiawan, Selasa, 11 Juni 2013.

NA mengaku telah merekrut 10 anak buah. Rata-rata anak buah NA berusia di bawah 17 tahun. Hanya satu orang berusia 19 tahun, yang notabene kakak kandungnya sendiri. "Mereka berasal dari beberapa wilayah di Surabaya," kata Teguh.

Awalnya, NA hanya mengajak beberapa teman. Kemudian, bisnis NA tersebar melalui BlackBerry Messenger. Anak buah NA yang merasa mendapatkan keuntungan pun melakukan getok tular ke rekannya yang lain. Untuk tiap satu korban yang ditawarkan ke pelanggan, NA mendapatkan Rp 250 ribu. Dan dalam sepekan, ia bisa menjual 3-4 orang untuk melayani pria hidung belang. DA, seorang korban NA, misalnya, pernah mengantongi Rp 1-3 juta dari pelanggan yang memakai jasanya.

Kepala Sub-Bagian Humas Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Suparti mengatakan, kasus ini terungkap setelah polisi menyamar selama sebulan. Mereka berpura-pura sebagai pelanggan atau undercover buy. "NA termasuk berpengalaman dalam menjalankan aksi mucikarinya," kata Suparti. Dengan tarif Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta, NA tidak langsung menawarkan anak buahnya ke pelanggan. Ia akan mengajak calon pelanggan untuk berkenalan dulu. Bahkan nongkrong dan makan di sebuah mal. "Setelah beberapa kali bertemu dan yakin, dia baru mau transaksi."

Karena masih di bawah umur, NA pun tidak ditahan. Tapi ia tetap akan menjalani proses hukum sesuai dengan Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Undang-Undang Perlindungan Anak.

AGITA SUKMA LISTYANTI
sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/06/11/058487492/Begini-Cara-Mucikari-SMP-Gaet-Anak-Buah, akses tgl 12/06/2013.




NA, siswi SMP jadi mucikari karena pernah dijual ke Om-om



NA, seorang siswi SMP Swasta di Surabaya, Jawa Timur ini nekat menjadi mucikari. NA tertangkap tangan saat menjual tiga ABG ke pria hidung belang di Hotel Fortuna Jalan Darmokali.

Di hadapan polisi, NA mengaku sudah enam bulan menjalani profesinya itu. Setidaknya ada tujuh ABG, yang sudah dijualnya ke pria hidung belang. "Saya sudah enam bulan menjual teman-temannya saya. Saya kenal om-om juga dari teman-teman saya," aku NA kepada penyidik di Polrestabes Surabaya, Minggu (9/6).

Dia juga mengaku, terjun di dunia hitam itu, karena pernah dijual seseorang ke pria hidung belang. Selanjutnya, dia menjalani profesi barunya itu secara mandiri, sambil terus tetap bersekolah.

"Dia (tersangka) pernah dijual orang lain. Sehingga dia paham seluk beluk profesinya itu. Tidak menutup kemungkinan ada jaringan lain, kami masih mengembangkan kasusnya. Tapi untuk sementara kami yakinkan dia bekerja secara mandiri," terang Kasubnit Jatanum Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Teguh Setiawan.

Iwan juga mengatakan, kalau pihaknya juga tengah memburu seseorang yang diakui tersangka pernah menjualnya ke pria hidung belang. "Kami juga tengah mencari seseorang yang disebut-sebut tersangka pernah menjualnya. Tapi kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terlebih dahulu," tandas dia.

Selain mengamankan tersangka dan tiga korban yang semuanya masih duduk di bangku sekolah itu, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti di antaranya, uang tunai Rp 3 juta, BlackBerry, HP merek SPC hitam, satu lembar bill hotel tertanggal 8 Juni 2013.
[hhw]

Reporter : Moch. Andriansyah
Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/na-siswi-smp-jadi-mucikari-karena-pernah-dijual-ke-om-om.html, akses tgl 09/06/2013.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Copyright © 2013. Jamban Panyileukan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template